Office : Jl. Sumagung 1/2A Kelapa Gading Jakarta Utara
Dokumen : Jl.Bungur Besar VIII/86 Jakarta Pusat
Telp : (021) 4251303, (021) 45857868
Hotline : 0821 2222 3793 / 0878 860 850 80

Artikel Ziarah

Artikel Holyland Tour - Bagai Seorang Musafir (Wahyu 14:13)

Bagai Seorang Musafir
Wahyu 14:13


Sebuah buku yang berjudul "Perjalanan Seorang: Musafir", judul aslinya The Pilgrim's Progress, karya John Bunyan, mengisahkan tentang bagaimana awal perjalanan seorang laki-laki yang berusaha untuk mencari jalan keselamatan yang kekal, sampai dia pun menemukannya. Dia harus mengalami penolakan dari keluarga dan orang-orang di kota tempat tinggalnya. Dalam perjalanan hidupnya, dia menemukan banyak penyesat, godaan, halangan yang berusaha menyerongkan dia dari perjalanannya menuju keselamatan yang kekal. Namun, meskipun begitu banyak godaan atau tantangan yang berusaha untuk memalingkannya, dia tetap berjalan, dan tidak menghiraukan semua itu, bahkan berjuang melawan hal-hal tersebut. Fokus dia tetap kepada tujuan utamanya, yaitu keselamatan, bukan kepada yang lain. Musafir adalah seorang yang bepergian meninggalkan negerinya selama tiga hari atau lebih, juga disebut pengembara. Biasanya seorang musafir tidak mau berhenti berlama-lama di suatu tempat sebelum mencapai tujuannya. Kalau sudah menemukan tempat yang dia tuju, dia akan segera melepaskan dahaga dan keletihannya. Sedikit mirip dalam kehidupan kita sebagai orang percaya yang berada di dunia yang hanya sementara ini. Kita akan sangat merindukan tempat istirahat yang kekal, yaitu sorga yang mulia. Sangat banyak liku-liku kehidupan kita sebagai orang percaya di dunia ini. Bisa saja kita diumpamakan seperti seorang musafir yang berkelana untuk mencapai suatu tujuan. Namun perbedaannya, kita di sini bukanlah sebagai orang yang berkelana yang masih mencari-cari arah tujuan, melainkan tujuan dan arah kita sudah jelas dan pasti, yaitu Kerajaan Sorga yang kekal. Meskipun di dalam perjalanan kita untuk mencapainya banyak
tantangan yang akan kita hadapi. Perjalanan kita di dunia ini tidak sia-sia, karena firman Tuhan telah memberikan kita jaminan bahwa setiap usaha, jerih payah kita di dunia ini akan ada upalnya. Kata "berbahagialah" (Why 14:13) yang diterjemahkan dari bahasa Yunani makarios, bisa berarti "diberkatilah". Ini menunjukkan bahwa setiap orang yang hidupnya di dalam persekutuan dengan Tuhan, bahkan sampai pada akhir hayatnya, ia akan mendapatkan imbalan atau kasih karunia dari Tuhan. Hanya saja Tuhan tidak pernah berjanji bahwa perjalanan hidup kita akan mulus-mulus saja. Tetap ada tantangan, cobaan, bahkan mungkin penderitaan. Tantangan, cobaan, bahkan penderitaan di dalam mengikut Kristus, merupukan bagian integral dari perjalanan kita menuju tanah air yang sesungguhnya. Oleh sebab itu, jangan heran kalau kita menghadapi hal-hal tersebut dan jangan putus asa. "Yang penting di sini ialah ketekunan orang-orang kudus, yang menuruti perintah Allah dan iman kepada Yesus." (Why 14:12)

Pendalaman Alkitab

Mazmur 71:22-24
Pokok Bahasan
Pujian dan Pujaan. Di bagian akhir ini pemazmur ingin menyatakan kebesaran Tuhan. Ini ada respon atas perlindungan dan keadilan Tuhan. Bagian ini sangat tetap sesudah pemazmur mengatakan, "Engkau yang telah Ellzabath melakukan hal-hal yang besar, ya Allah, siapakah seperti Engkau?" (Mzm 71:19). Di sini pemazmur memandang Tuhan di dalam puji-pujiannya (ay 22). Pertama, sebagai Tuhan yang setia. Aku pun mau menyanyikan syukur bagiMu ... atas kesetiaanMu. Kedua, Tuhan yang memiliki perjanjian dengannya. Ya Allahku, yang kupercayai dan kupilih sebagai Tuhanku. Ketiga, sebagai Yang Kudus Israel (Mzm 78:41: 89:1 9). Kudus berarti dipisahkan, disendirikan, diasingkan. Dengan menyebut Tuhan sebagai "Yang Kudus", pemazmur hendak menyatakan kebesaran Tuhan. Leslie S. M'Caw & J.A. Motyer mengatakan, "Karena di dalam sesuatu hanya kekudusanNyalah yang menadi sumber puji-pujian.” Pemazmur berjanji untuk memuji Tuhan dan ia mengungkapkan sukacita dan penyanjungan itu dengan: Pertama, tangannya sendiri, melalui musik yang khidmat, dengan gambus... dengan Kecapi (ay 22). Matthew Henry mengatakan, "Daud memang ahli dalam memainkan alat-Alat musik ini, dan keunggulan dari keterampilannya ini hendak dipakainya untuk menaikkanpuji-pujian bagi Tuhan dengan sebaik-baiknya supaya orang lain pun menjadi tergugah."Kedua dengan bibirnya. Bibirku bersorak-sorai Sementara menyanyikan mazmur bagiMu(ay23a). Ketiga, dengan hatinya. Henry mengatakan, "Kita tidak bersenandung indah bagi Tuhan ketika menyanyikan pujian, kecuali jika kita melakukannya dengan hati kita .... Jiwa Juga harus bekerja, dan dengan segala yang kita miliki dalam diri kita, kita memuji namaNya yang kudus." Karya penebusan harus kita rayakan dengan puji-pujian. Kristus Tuhan telah menebus hidup kita, layak untuk menerima segala ucapan syukur dan puji-pujian. Dalam Hatinya pemazmur yakin dia akan dibenarkan Seperti yang dimintanya (ay 24: Mzm 71:1 3).

Aplikasi: Muliakanlah Tuhan senantiasa melalui kehidupan kita hari lepas hari.


Share

More From Artikel Ziarah

Gereja Abu Sirga - Mesir
Tempat pengungsian keluarga kudus dari holyland ke Mesir

St. Catherine - Mesir
Semak Belukar yang Menyala

Danau Galilea
Danau Galilea atau juga disebut dengan Danau Genesaret

CONTACT US
Office : Jl. Sumagung 1/2A Kelapa Gading Jakarta Utara
Dokumen : Jl.Bungur Besar VIII/86 Jakarta Pusat
Telp : (021) 4251303, (021) 45857868
Hotline : 0821 2222 3793 / 0878 860 850 80

FOLLOW US

SUBSCRIBE NEWSLETTER

© Copyright 2012 - PT. Efrat Tur All Rights Reserved,
Powered by PT. EFRAT TUR